TeDi

Terlihat dan Ditemukan, Di Inkubasi oleh BISMA

Butuh Konsultan Mikrohidro Berpengalaman? Hubungi Weling 0878 7777 7512 BBM 270E FD2A. Pakar Mikrohidro, Studi Kelayakan, Bathymetri dan GIS.

Permintaan akan kebutuhan listrik yang sangat tinggi di Indonesia membuat pemerintah melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan listrik ini. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah mengeluarkan skema Independent Power Producer (IPP). Skema IPP adalah skema dimana pemerintah memberikan peluang sebesar-besarnya kepada swasta untuk berperan aktif dalam pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) Mikrohidro. EBT Mikrohidro ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan listrik sebesar 1 - 10 MW (Mega Watt). Prinsip kerja EBT Mikrohidro ini hampir mirip dengan Pembangkir Listrik Tenaga Air (PLTA) perbedaannya hanya pada EBT Mikrohidro aliran sungai dibelokkan terlebih dahulu hingga mencapai ketinggian tertentu (head) sehingga diperoleh tekanan debit air (flow) yang diinginkan untuk menggerakkan turbin atau generator yang ada. Sistem ini biasa disebut dengan rekayasa ulang aliran sungai (run-off river system).

Proyek EBT Mikrohidro ini adalah proyek yang ramah lingkungan, karena berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan proses pembangunan infrastrukturnya pun tidak merusak ekosistem alam. Proyek EBT Mikrohidro pun menawarkan keuntungan yang menjanjikan bagi anda yang ingin memiliki bisnis di bidang energi.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai bisnis EBT Mikrohidro ini? Silakan jangan ragu untuk mengontak kami, karena kami adalah pakar di bisnis EBT Mikrohidro ini.

Info terkait lainnya

Jasa Konsultan Mikrohidro di Klender Jakarta Timur

Jasa Konsultan Mikrohidro di Benhil Jakarta Selatan

Jasa Konsultan Mikrohidro di Pejompongan Jakarta Selatan

Tags: Buaran, Jakarta, Jasa, Konsultan, Mikrohidro, Timur, di

Views: 30

Reply to This

© 2022   Created by Ali Akbar - BISMA Founder.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service