TeDi

Terlihat dan Ditemukan, Di Inkubasi oleh BISMA



Maha besar Allah, Tuhan semesta alam yang pasti memberi kehidupan dan penghidupan kepada seluruh makhluknya. Yang sekecilpun tak pernah luput dari pengawasan dan pemeliharaanNYA. Tak satupun makhluk dan segala penciptaanNYA yang terlantar, semua mendapatkan rejekinya dengan berbagai cara yang bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Semua bergerak teratur sesuai titahnya. Waktu yang terus berdetak; bumi yang berputar pada porosnya meskipun terus menerus digali, di bor, ditusuk menggunakan alat-alat berat oleh manusia; matahari tak pernah absen untuk selalu terbit di ufuk timur dan tenggelam di senja hari; bulan dan segenap tatasurya…subhanallah

Jadi nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ? (QS 55: Arrahman), bahkan bayi yang baru lahirpun sudah disiapkan rejeki dan makanannya oleh Allah, yaitu ASI (Air Susu Ibu) right ?? bukan hanya bayi manusia, coba liat bayi kucing, burung, domba, sapi, kuda dan semua jenis binatang mamalia disusui oleh ibunya. Dan pastilah Tuhan punya selalu punya maksud luar biasa baik bila kita mau berpikir. Karena semua itu perintahNYA, dan Allah yang maha paling tahu dan paham atas segala yang diciptakan.

ASI adalah ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah yang luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi. Di dalam Surat Cintanya, bertebaran ayat-ayat tentang ASI. Antara lain :

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Hikmah ayat yang terkandung dalam kitab Suci Alqur’an tersebut, setidaknya menekankan bahwa hendaklah para ibu menyusui anaknya, sungguh lembut kata-kata dalam perintah itu. Seperti seharusnya selembut sikap seorang ibu kepada anaknya. Bila Allah saja memerintahkan, pastilah Air Susu Ibu (ASI) sangat penting, karena Allah yang membuatnya, tentulah tak ada yang sanggup menandingi kualitas penciptanNYA kan ?? sehingga tak seharusnya ada alasan sedikitpun untuk mengingkari ataupun tak melaksanakan. Tidak hanya itu, bahkan Allah juga memberikan jalan keluar bila mungkin ditemukan kesulitan. Dan di sana juga disinggung tentang peran sang ayah, untuk mencukupi keperluan sandang dan pangan si ibu, agar si ibu dapat menuyusi dengan baik. Sehingga jelas, menyusui adalah kerja tim antara ayah-ibu dan orangtua. Keputusan untuk menyapih seorang anak sebelum waktu dua tahun harus dilakukan dengan persetujuan bersama antara suami isteri dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi si bayi. Insprasi utama dari pengambilan keputusan ini harus didasarkan pada penghormatan kepada perintah Allah dan pelaksanaan hukum-Nya, dan tidak bertujuan meremehkan perintahNya.

Sungguh betapa penting dan luar biasanya menyusui. Asi dan menyusui merupakan bentuk investasi kita di dunia dan akhirat. Semoga anak kita menjadi anak yang bersyukur pada Rabb-nya dan orang tuanya.

”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S. Luqman :14)

Ayat tersebut mengandung dua pengertian, yaitu: pertama, adalah perintah bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun penuh. Kedua, perintah bagi anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya karena ibunya telah merawatnya siang dan malam. Terdapat kewajiaban anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya, sementara terdapat hak anak untuk diberi ASI selama 2 tahun penuh. Terdapat kewajiban ibu untuk menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, sementara terdapat hak ibu agar anaknya berbakti kepadanya.

Bahkan ketika keadaan sangat darurat, seperti yang dialami Ibunda Nabi Musa A.S yang sedang dikejar tentara fir’aun yang akan membunuh semua bayi laki-laki, Allah menganjurkan untuk tetap memberikan ASI (Q.S. Al-Qashash: 7). Dan Allah memelihara bounding antara nabi Musa dan ibunya, dengan mencegah Nabi Musa menyusu kepada orang lain. Sehingga Nabi Musa tetap disusui ibunya, walaupun dalam pengawasan Fir’aun (Q.S.Al-Qhashas:12).

Jadi apakah kita akan memutuskan untuk tidak mendapatkan sebegitu besar kebaikan dan kebermanfaatan asi dan menyusui ?? •

 

Tanya Seputar ASI dan Konsultasi, hubungi Endah 0815 1910 1700

Views: 23

Tags: ASI, Kehidupan, dan

Comment

You need to be a member of TeDi to add comments!

Join TeDi

© 2020   Created by Ali Akbar - BISMA Founder.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service