TeDi

Terlihat dan Ditemukan, Di Inkubasi oleh BISMA

Nyeri atau peradangan (inflamasi) di sekitar persendian seperti sakit tumit, sakit lutut, sakit pergelangan tangan, bahu, atau sakit siku sering kita alami, bahkan atlet-atlet prima. Gejala itu muncul karena berbagai penyebab seperti pengapuran (penimbunan kalsium) di sekitar persendian dan inflamasi jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis). Nyeri sendi (sakit sendi)  juga terjadi karena osteoarthritis, yaitu pengeroposan tulang rawan yang seharusnya melapisi ujung-ujung tulang sebagai peredam goncangan (shock absorber) agar dua tulang tidak saling bergesekan atau berbenturan.

 

Sakit persendian lainnya adalah plantar fasciitis  yang menyebabkan penderita kesakitan di tumit dan telapak kaki saat melangkah. Plantar fasciitis adalah inflamasi jaringan tebal dan berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki, (plantar fascia). Jaringan ini berfungsi sebagai shock absorber pada telapak kaki ketika berlari atau berjalan.

 

Jaringan tebal ini bisa robek dan meradang jika tegangan dan beban yang ditahannya terlalu berat seperti saat berlari atau berjalan jarak jauh untuk waktu yang lama, terlalu lama berdiri, dan kelebihan berat badan karena kegemukan atau kehamilan. Plantar fasciitis juga bisa terjadi karena arthritis atau penuaan yang menyebabkan pengenduran jaringan plantar fascia.

 

Salah mengenakan sepatu sehingga kaki dipaksa bekerja pada posisi tidak normal untuk waktu lama juga beresiko terserang. keluhan biasanya juga disertai dengan tonjolan pengapuran yang tajam (jalu) di sekitar tulang tumit sehingga menambah nyeri.

 

Osteoarthritis dapat terjadi karena penuaan, faktor genetik, rematik, gangguan metabolisme, obesitas, gangguan hormon, dan kecelakaan atau stres mekanik yang merusak persendian. Gejala itu menyebabkan tubuh merespon dengan melepas zat kimiawi yang merangsang pembentukan tulang baru untuk mengatasi kerusakan tulang rawan. Respons inilah yang memunculkan penebalan atau tonjolan tulang tak teratur atau disebut pengapuran sendi.

 

Meminimalkan Risiko

Berbagai cara dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko terserang gangguan persendian seperti mencegah obesitas. Melakukan pemanasan sebelum berolah-raga, mengikuti teknik-teknik berolahraga yang baik dan benar, tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik yang berbahaya atau di luar batas kemampuan. Mengenakan alas kaki yang nyaman, dan mengonsumsi suplemen kesehatan seperti glucosamine dan chondroitin untuk menjaga kondisi prima persendian.

 

Bagi para penderita gangguan persendian tersedia beberapa cara tradisional seperti minum obat anti nyeri, injeksi steroid (injeksi cortisone atau corticosteroids), fisioterapi, pendinginan dengan es, atau bahkan dengan operasi. Selain hasilnya belum tentu memuaskan, beberapa cara itu bisa menimbulkan efek samping. Injeksi steroid hanya mampu membebaskan Anda dari rasa nyeri untuk sementara waktu. Bahkan steroid bisa memperparah kondisi karena merangsang pengeroposan tulang (osteoporosis).

 

Penanganan dengan cara operasi mempunyai keberhasilan 50% dan beresiko komplikasi, masa penyembuhan yang lama, masalah dengan luka operasi, dan infeksi. Lagi pula biaya operasi mahal dan harus dilakukan di rumah sakit sehingga pasien harus menginap. Operasi biasanya sebagai pilihan terakir jika rasa sakit sudah tidak terkendali dan penyembuhan non-operasi sudah gagal.

 

Terapi Gelombang Kejut (ESWT)

Lalu pengangan apa yang paling mutakhir, aman, ekonomis, dan tanpa efek samping? Jawabannya adalah gelombang kejut yang dipancarkan dari luar tubuh atau disebut Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) yang diciptakan di Jerman dan dipakai di AS setelah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan di AS) pada tahun 2001. Awalnya mesin ini dipakai untuk memecahkan batu ginjal.

 

Namun penelitian lebih lanjut membuktikan ternyata bisa untuk menangani gangguan persendian. Gelombang kejut yang dihasilkan mesin ini mampu merangsang perbaikan aliran darah ke daerah persendian yang mengalami peradangan, sehingga membantu menghilangkan rasa sakit sendi. Selain itu, gelombang kejut juga berfungsi menipiskan perkapuran yang menyebabkan rasa nyeri.

 

Di AS, ESWT merupakan alternatif cara pengobatan osteoarthritis sebelum pasien terpaksa dioperasi. "Banyak pasien yang telah mencoba terapi tersebut dan berhasil diatasi dalam waktu tak lama," ujar George Theodore MD, seorang ortopedis dari Massachusetts General Hospital di Boston, AS.

 

Dengan ESWT, pasien tidak perlu rawat inap. Ia juga bisa beraktivitas seusai terapi tanpa gangguan. Kelebihan lain, hasil terapi dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa pengulangan. Prosedurnya pun tak rumit. Pasien menjalani pemotretan rontgen terlebih dahulu pada titik-titik sendi yang nyeri. Waktu terapinya sekitar 30-45 menit, bergantung atas berat ringannya penyakit pasien.

 

ESWT tersedia di Mitra Laboratorium Klinik di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kami sudah melakukan terapi ini sejak 2004.

 

Yang jelas, gangguan persendian dapat terjadi pada siapa saja dan karena berbagai sebab. Menjaga kondisi tubuh seperti mengonsumsi makanan bergizi, mencegah kegemukan, dan berhati-hati dalam beraktivitas fisik seperti berolahraga, dapat mengurangi resiko gangguan persendian.

 

 

Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

 

Mitra Laboratorium Klinik (www.mitralab.com)

 

Blog: mitralab.blogdetik.com

 

Facebook: Mitra Laboratorium Klinik

 

Jl. Stadion Selatan 11, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

 

Tel: 024 – 844 4149  atau  831 6334    Fax: 024 – 831 2704

 

Email: mitralab@gmail.com  


Views: 13

Tags: ESWT, fascia, fasciitis, jalu, kaki, lutut, nyeri, osteoarthritis, pengeroposan, plantar, More…rawan, sendi, telapak, tulang, tumit

Comment

You need to be a member of TeDi to add comments!

Join TeDi

© 2020   Created by Ali Akbar - BISMA Founder.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service