TeDi

Terlihat dan Ditemukan, Di Inkubasi oleh BISMA

Dari sekian banyak oncogene yang berperan dalam proses metastasis, Ras-superfamily dari  small GTP-binding proteins merupakan yang paling banyak dipelajari. Ras-superfamily terdiri dari 130  members diantaranya Ras, Rho, Arf/Sar 1 dan Rab/Ran-subfamilies. Semua aspek dari sel berjalan, invasi, termasuk didalamnya polarisasi dari sel,  remodeling cytoskeletal dan penerimaan signal-signal keganasan dari luar sel dikendalikan oleh Rho-GTPases. Rho-GTPases  subfamily terdiri dari  monomeric GTP-binding proteins dengan berat molekul rendah, ~20-30 kilo-Dalton (kDa), yang pada sel fibroblast normal juga sangat dibutuhkan untuk sel bermigrasi, akan tetapi  over-ekspresi dari protein-protein ini akan merangsang sel-sel epitel untuk bermigrasi pula. Ada tiga kelas Rho family yang paling banyak dipelajari, RhoA, Rac1 dan CDC42, yang merupakan central dogma dari icon sel berjalan. Rho sendiri memiliki tiga isoforms di dalam human genome: RhoA, RhoB dan RhoC, tetapi ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam keganasan. RhoA dan RhoC merupakan aktor utama dalam proliferasi dan transformasi sel menjadi ganas, sementara itu RhoB merupakan tumor suppressor gene yang akan menjadi balance dari kedua-rekannya yang lain.2Rho protein sangat berperan dalam meregulasi perubahan bentuk sel, polaritas dan pergerakannya melalui mekanisme kontraksi  actin myosin,  cell adhesion, dan microtubule dynamic. Layaknya seperti manusia, sel kanker juga memiliki kerangka, otot dan indra peraba, yang kombinasi dari semuanya akan membuat sel kanker dapat berjalan kearah yang dia inginkan

Hal yang paling nyata dari keterlibatan RhoA dan RhoC dalam membuat sel menjadi ganas adalah apabila kita mempelajarinya langsung pada pasien dengan kanker ganas. Ekspresi berlebihan dari RhoA dan RhoC kami temukan pada pasien kanker esophagus stadium lanjut, dimana keberadaanya berhubungan dengan parameter klinis seperti: kedalaman  invasi masa tumor, distant metasta is, invasi ke pembuluh lymph dan pembuluh darah. Disamping itu pasien-pasien yang positif memiliki ekspresi yang berlebihan dari RhoA ini akan memiliki prognosis yang jauh lebih buruk.

Sementara itu RhoC diidentifikasikan oleh Merajver group (The University of Michigan Cance Cente , Ann Arbo , MI, USA) sebagai marker keganasan bagi pasien kanker payudara.  flamatory breast cancer (IBC) adalah phenotype yang sangat invasive dan memiliki kemampuan metastasis yang tinggi, Merajver  et al., mendapatkan  bahwa RhoC terekspresi pada lebih dari 90% penderita IBC  dibandingkan yang non-IBC.

Uniknya dari kedua Rho protein ini, RhoA dan RhoC, tidak didapatkan kerusakan gen (mutation) didalamnya. Ekspresi yang berlebihan dari Rho-family disebabkan karena regulasi yang salah di Rho-regulatory proteinnya (yang perlu ATP untuk aktifitasnya).Secara biomolekular, kedua jenis Rho protein ini memiliki 94% primary sequence yangidentik (hanya berbeda  11 asam-amino saja), perbedaan dasarnya hanya terdapat di daerah  C-terminal. Sedangkan pada daerah  N-terminal,  mengandung banyak asamamino yang mengikat  GTP bersama dengan  region swi ch-1 dan  witch-2 untuk mengaktifkannya dari status  GDP-bound menjadi  GTP-bound, dengan kata lain N-terminal adalah daerah yang penting untuk memulai aktifitasnya.

kami informasikan untuk anda :

Informasi Pengobatan KANKER Terbaik di Bandung Jawa Barat

ARTIKEL Tentang Istilah KANKER Part ONE

ARTIKEL Tentang Istilah KANKER Part TWO

 

Tags: ARTIKEL, Istilah, KANKER, Part, THREE, Tentang

Views: 28

Reply to This

© 2022   Created by Ali Akbar - BISMA Founder.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service